Sudah berlangganan artikel blog ini via RSS Feed?

Tuesday, February 5, 2013

INJIL YANG LAIN

Situs Alternatif Download Khotbah
===============================================================

Dalam sejarah pemberitaan injil, ternyata pemutarbalikan kebenaran injil demi motif tertentu sangat kental. Rasul Paulus mengkritik umat di Galatia karena ternyata mereka sangat rentan terhadap injil lain (Galatia 1:6-8). Apakah yang dimaksud Paulus dengan injil lain? Ternyata ada banyak pengajar yang mencampur adukkan antara injil dengan syariat Taurat. Artinya, penetapan ritual-ritual yang justru mendegradasi injil yang sesungguhnya. Kedatangan Yesus telah menggenapi Taurat, dan memang bukan meniadakannya. 

Artinya, dengan kedatangan-NYa, kematian, dan kebangkitan Tuhan Yesus Kristus maka tidak lagi diperlukan darah domba sebagai penebus dosa, karena darah Kristus sudah menggenapinya. Tak lagi perlu ribut soal makanan najis, karena Kristus telah tersalib untuk semuanya. Itu sebab Yesus Kristus sendiri telah berkata, tidak ada yang haram yang masuk kedalam mulut, melainkan apa yang keluar dari mulut, seperti caci maki dan lain-lain. Jadi jelas sekali, oleh injil lain, penggenapan Taurat oleh Yesus  Krsitus melalui kematian Nya, ditiadakan, dan ritual PL tetap dilakukan. Kematian Kristus belum cukup, sehingga masih perlu korban. Masih tetap ada makanan yang najis atau haram. Bahkan sunatpun seringkali dipersoalkan dari perspektif rohani, dalam kaitannya dengan karunia Kristus. Inilah yang dikritik Paulus dari umat di Galatia, karena mereka mudah goyah dan segera berubah oleh injil yang lain. Umat Galatia diingatkan bahwa penggenapan Yesus Kristsu atas Taurat bersifat menyeluruh dan final. 

Sehingga mencampuradukkan Injil dengan Taurat adalah sebuah kesalahan fatal. Ironisnya fakta ini terus berlanjut ke jemaat masa kini yang juga mudah tergoyah. Banyak ajaran saat ini yang seakan akan sempurna karena kembali kepada tradisi Yahudi di PL. Kelompok yang mengangkat dan merayakan berbagai hari raya yang sesungguhnya adalah simbol dari Kristus. Misalnya seperti Pesakh, kelepasan dari maut di Mesir, adalah simbol dari paskah, yaitu kelepasan dari dosa oleh penebusan Yesus Kristus.  Pada umumnya hal ini dilakukan dalam rangka menarik minat pengikut baru. Seakan tampak lebih rohani, padahal sesungguhnya justru mundur jauh. Mengapa umat bisa tertarik? Sederhana sekali, karena umat tidak pernah mencintai dan mengerti injil seutuhnya. Injil tak didalami, mendengar khotbah seringkali seperti kewajiba agama yang terpenuhi. Secara pribadi atau kelompok, jemaat tak suka menggali dan mendalami kebenaran. Inilah yang menjadi kelemahan jemaat dari masa kemasa. 

Akibatnya sudah dapat dibayangkan, ketika datang ajaran dengan berbagai tambahan, maka tampak seakan lebih benar. Ini membuat umat berpikir bahwa dia sedang melengkapi ke kristenannya, padahal yang sesungguhnya terjadi, dia justru mengingkari kesejatian Injil. Umat tidak sadar sedang merendahkan Yesus Kristus yang sesungguhnya menjadi pusat dan puncak dari iman kristiani. Umat terombang ambing oleh berbagai ajaran Injil lain. Injil lain yang seringkali diberitakan demi keuntungan perut bagi pengabarnya, seperti sering dikatakan rasul Paulus. Karena itu anda perlu cerdik, dengan mengenali injil lain dalam berbagai bentuk. Berbalutkan mujizat yang menjadi ukuran keimanan, atau jaminan kaya dan sehat apabila dalam Yesus. Padahal Yesus sendiri berkata, sangkal dirimu, pikul salibmu dan ikut Aku. Tidak ada yang salah dengan mujizat, kaya, atau sehat. Namun mengharuskannya sebagai wujud keberimanan adalah kejahatan. Semua itu adalah berkat ekstra yang Tuhan berikan dalam menjalani kehidupan ini. Jangan lupa janda miskin yang hebat didalam PB. 

Atau gambaran lengkap Lazarus sipengemis yang miskin dan sakit total. Atau Yesus Kristus dan para murid-Nya yang juga terbilang miskin, dan Paulus sang rasul yang mengalami sakit yang luar biasa, dari duri didalam tubuhnya. Apakah mereka salah, tidak beriman atau tidak diberkati? Injil lain memang merusak banyak hal, namun sudah seharusnya kita belajar bersikap, menguji, dan menelanjangninya. Semoga kita bertumbuh menjadi jemaat yang sehat dalam beriman dan tak terjebak oleh injil lain. 


0 comments:

:)) ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/ :-* :| 8-} :)] ~x( :-t b-( :-L x( =))

Post a Comment

 

Arsip Blog

Konsultasi Teologi

Entri Populer